ADIN SHAYFUDDIN AZ ZUHRI

ASSALAMU ALAIKUM WAROKHMATULLOHI WABAROKATUH.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

AKU BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLOH swt

Dan aku bersaksi bahwa nabi MUHAMMAD utusan ALLOH swt

AKU BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLOH swt

Dan aku bersaksi bahwa nabi MUHAMMAD utusan ALLOH swt

SAMPAIKAN PADA MEREKA WALAU HANYA SATU AYAT

“Dan sungguh, benar-benar telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk dipelajari, maka adakah yang mau mempelajarinya?” (Q.S. Al-Qomar ayat 17, 22, 32 dan 40)

ORANG YANG MULIA DI HADAPAN ALLOH , adalah ORANG YG BERTAQWA

ASSALAMU ALAIKUM WAROKHMATULLOHI WABAROKATUH.

Jumat, 27 Januari 2012

Hana Tajima Simpson, Blasteran Jepang-Inggris, Mengagumi Kandungan Alquran


Ia menemukan fakta ternyata kitab suci umat Islam Alquran lebih sesuai dengan kondisi saat ini.
Akhir-akhir ini, nama Hana Tajima Simpson menjadi topik perbincangan di kalangan blogger Muslimah. Di kalangan para blogger, nama perempuan blasteran Jepang-Inggris itu dikenal karena gaya berjilbabnya yang unik dan lebih kasual. Sosok Hana pun telah menghias sejumlah media di Inggris dan Brazil. Hana yang dikenal sebagai seorang desainer membuat kejutan lewat produk berlabel Maysaa. Produk yang telah dilempar ke pasaran dunia itu berupa jilbab bergaya layers (bertumpuk). Melalui label itu, Hana mencoba memperkenalkan gaya berbusana yang trendi, namun tetap sesuai dengan syariat Islam di kalangan Muslimah.
Kini, produk busana Muslimah yang diciptakannya itu tengah menjadi tren dan digandrungi Muslimah di negara-negara Barat. Semua itu, tak lepas dari kegigihannya dalam mempromosikan Maysaa. Tak cuma itu, kini namanya menjadi ikon fesyen bagi para Muslimah di berbagai negara. Mengenai gaya berjilbab yang diusung Hana, skaisthenewblack.blogspot menulis, “Dia (Hana) memiliki gaya yang hebat. Sangat elegan dan chic, namun tetap terlihat sederhana”. Ternyata, busana Muslimah pun bila dikreasi secara kreatif dan inovatif bisa mewarnai dunia fesyen internasional.
Sejatinya, gaya berjilbab yang ditunjukkan perempuan berusia 23 tahun itu kepada para Muslimah di berbagai negara tercipta secara tidak sengaja. Hana yang saat itu baru memeluk Islam ingin sekali menggenakan jilbab. Ia memeluk Islam saat usianya baru menginjak 17 tahun. “Sebagai seorang desainer, awalnya saya merasa frustrasi melihat gaya berbusana sebagian besar Muslimah yang kurang bervariasi,” ungkapnya dalam sebuah wawancara khusus dengan HijabScraft.
Dengan maksud ingin menunjukkan kepada masyarakat Barat bahwa para perempuan Muslim pun dapat tampil di muka umum dengan gaya berbusana yang modis dan chic, serta mengikuti tren fesyen terkini, Hana mulai tergerak untuk mendesain gaya busana Muslimah lengkap dengan jilbabnya yang berbeda dengan yang sudah ada pada saat itu. Selain unik, gaya berbusana yang diusung Hana ini pada dasarnya tidak pernah benar-benar mengikuti tren fesyen yang pada saat itu tengah digandrungi di negara-negara Barat pada umumnya. “Suatu hari saya akan tampil dengan gaya glamor ala Hollywood dan (hari) berikutnya saya akan terobsesi dengan gaya rock/grunge di tahun 90-an,” paparnya.
Ia mengatakan cenderung menjaga hal-hal yang dianggap kecil dan sederhana dalam mendesain sebuah fesyen. Hana pun secara terus terang mengaku tertarik untuk mengkreasikan sesuatu, seperti memadankan jaket kulit vintage dengan gaun panjang bermotif bunga-bunga. Untuk mempopularkan gaya berbusananya, Hana memanfaatkan jaringan internet dengan membuat laman web pribadi yang diberi nama stylecovered.com. Saat itu, Hana belum sempat memberikan label untuk produk yang didesainnya itu.
Tanpa disangka, gaya berbusana yang ditampilkan dalam laman webnya itu menarik minat para blogger Muslimah di Inggris. Berawal dari situlah, Hana kemudian memutuskan untuk mendirikan Maysaa, sebuah rumah desain dan fesyen yang terinspirasi dari fesyen Barat namun tetap disesuaikan dengan kaidah Islam.
Kendati Maysaa ditujukan untuk para wanita Muslim, namun Hana tidak menampik hasil rancangannya ini juga bisa dikenakan oleh kalangan wanita non-Muslim. “Saya tidak bisa mengatakan pakaian yang saya buat hanya untuk wanita Muslim atau untuk wanita non-Muslim, karena kehidupan saya pada dasarnya juga merupakan percampuran dari keduanya. Karenanya, saya suka membuat rancangan dari perspektif yang sangat pribadi,” terang perempuan yang sudah mulai merancang sejak usia lima tahun itu.
Memeluk Islam
Sebelum mengucap dua kalimat syahadat, Hana adalah seorang pemeluk Kristen. Ia tumbuh di daerah pedesaan di pinggiran Devon yang terletak di sebelah barat daya Inggris. Kedua orang tuanya bukan termasuk orang yang religius, namun mereka sangat menghargai perbedaan. Di tempat tinggalnya itu tidak ada seorang pun warga yang memeluk Islam. Persentuhannya dengan Islam terjadi ketika Hana melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. “Saya berteman dengan beberapa Muslim saat di perguruan tinggi,” ujarnya.
Dalam pandangan Hana, saat itu teman-temannya yang beragama Islam terlihat berbeda. “Mereka terlihat menjaga jarak dengan beberapa mahasiswa tertentu. Mereka juga menolak ketika diajak untuk pergi ke pesta malam di sebuah klub,” tutur Hana. Bagi Hana, hal itu justru sangat menarik. Terlebih, teman-temannya yang Muslim dianggap sangat menyenangkan saat diajak berdiskusi membahas materi kuliah. Menurut dia, mahasiswa Muslim lebih banyak dihabiskan waktunya untuk membaca di perpustakaan ataupun berdiskusi.
Dari teman-teman Muslim itulah, secara perlahan Hana mulai tertarik dengan ilmu filsafat, khususnya filsafat Islam. Sejak saat itu pula, Hana mulai mempelajari filsafat Islam dari sumbernya langsung, yakni Alquran. Dalam Alquran yang dipelajarinya, ia menemukan fakta bahwa ternyata kitab suci umat Islam ini lebih sesuai dengan kondisi saat ini.
“Di dalamnya saya menemukan berbagai referensi seputar isu-isu hak perempuan. Semakin banyak saya membaca, semakin saya menemukan diriku setuju dengan ide-ide yang tertulis di belakangnya dan aku bisa melihat mengapa Islam mewarnai kehidupan mereka (teman-teman Muslimnya-Red),” ungkapnya.
Rasa kagumnya terhadap ajaran-ajaran yang terdapat di dalam Alquran pada akhirnya membuat Hana memutuskan untuk memeluk Islam. Tanpa menemui hambatan, ia pun bersyahadat dengan hanya disaksikan oleh teman-teman Muslimahnya. “Yang paling sulit saat itu adalah memberitahukan kepada keluargaku, meskipun aku tahu mereka akan bahagia selama aku juga merasa bahagia.”  ed; heri ruslan
Memilih Berjilbab
Tak semua Muslimah tergerak untuk menutup auratnya dengan jilbab. Namun bagi Hana Tajima, jilbab adalah identitas seorang Muslimah. Sebagai seorang mualaf, desainer busana Muslimah yang sedang menjadi pusat perhatian itu memilih untuk mengenakan jilbab. Seperti halnya saat memutuskan untuk memeluk Islam, keputusan hana untuk mengenakan jilbab juga datang tanpa paksaan. “Saya mulai mengenakan jilbab pada hari yang sama di saat saya mengucapkan syahadat. Ini merupakan cara yang terbaik untuk membedakan kehidupan saya di masa lalu dengan kehidupan di masa depan,” paparnya seperti dikutip dari hijabscarf.blogspot.com.
Keputusannya untuk mengenakan jilbab kontan memancing reaksi beragam dari orang-orang di sekitarnya, terutama teman dekatnya. Sebelum mengenakan jilbab, Hana paham betul dengan semua konotasi negatif yang disematkan kepada orang-orang berjilbab. “Saya tahu apa yang mereka pikirkan mengenai jilbab, tetapi saya akan bersikap pura-pura tidak mengetahuinya. Namun seiring waktu, orang-orang di sekitarku kini bisa bersikap lebih santai manakala melihatku dalam balutan jilbab,” papar Hana sumringah.
Dalam blog pribadinya Hana mengakui bahwa menjadi seorang Muslimah di sebuah negara Barat dapat sedikit menakutkan, terutama ketika para mata di sekitarnya menatap dengan tatapan aneh.  Maklum saja, di negara-negara Barat, sebagian penduduknya telah terjangkit Islamofobia. Tak sedikit, Muslimah yang mengalami diskriminasi dan pelecehan saat mengenakan jilbab. Bahkan, di Jerman beberapa waktu lalu, seorang Muslimah dibunuh di pengadilan karena mempertahankan jilbab yang dikenakannya.
“Karena itu, mengapa saya ingin menciptakan sesuatu yang akan membantu para Muslimah di mana pun untuk terus termotivasi mengatasi rasa takut itu,” ujar Hana. Kini, dengan busana Muslimah yang dirancangnya, kaum Muslimah di negara-negara Barat bisa tampil dengan busana yang bisa diterima masyarakat tanpa meninggalkan aturan yang ditetapkan syariat Islam. (Nidia Zuraya, Republika Online, 9 Januari 2011).
a



nama "ALLAH" & "Muhammad" Tertulis di berbagai penjuru semesta


Menakjubkan: Nama “Allah” dan “Muhammad” Tertulis di Berbagai Penjuru Semesta (Revised)

AJAIB dan menakjubkan!! Lafadz-lafadz “Allah” dan “Muhammad” ditemukan tertulis di berbagai penjuru alam semesta. Sangat jelas, ini semua merupakan bukti kebenaran Al-Qur’an:
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segala penjuru bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bahwa Al-Qur’an itu adalah benar.  TIDAKKAH CUKUP BAHWA SESUNGGUHNYA TUHANMU MENJADI SAKSI ATAS SEGALA SESUATU?” (al-Fushilat: 53)
a
1. ALLAH’S NAME APPEARS ON THE OCEANS – Picture from Apollo 11 Shuttle.(Videonya ada, lihat di Youtube).
picture7.jpg
a
2. NAMA ALLAH TERBACA DI ATAS AFRIKA
picture8.jpg
a
3. KILATAN AURORA DI LANGIT ALASKAN MENULISKAN KATA “ALLAH’ DI ALASKA
Date: October 29, 2003. Place: Gunsight Mountains, 110 miles north of Ancourage, Alaska. Photo courtesy of Calvin Hall. Photo obtained from Yahoo! News Photos.
picture13.jpg
a
4. AWAN DI LANGIT MENULISKAN KATA “ALLAH”
picture14.jpg
a
5. KATA ALLAH TERBACA DALAM SEBUAH KACANG
picture19.jpg
a
6. TULISAN “ALLAH” DALAM SEBUAH TOMAT
picture20.jpg
a
7. TULISAN ‘ALLAH’ DALAM SEBUAH SEMANGKA
picture22.jpg
a
8. “ALLAH” DITEMUKAN DALAM SEBUAH TERONG DI INGGRIS
picture23.jpg
a
9. KULIT JERUK BERTULISKAN KATA “MUHAMMAD”
a
10. KATA “ALLAH” DALAM TERONG KETIKA DIBELAH
a
11. DALAM SEKERAT DAGING DI LEICESTER, INGGRIS
picture25.jpg
a
12. POHON KAKTUS (1)
picture30.jpg
a
13. POHON KAKTUS (2)
picture31.jpg
a
14. GELOMBANG TSUNAMI DI SRILANGKA MENULISKAN KATA “ALLAH”
picture36.jpg
a
15. LEBAH MENULISKAN KATA “ALLAH” DI SARANGNYA: “Dan Tunanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia” (An-Nahl: 68).
a
16. SEKUMPULAN SEMUT MENULISKAN KATA “ALLAH” DIANTARA LUBANGNYA
A
17. KALIMAH THAYYIBAH PADA SAYAP BELALANG
A
18. LAFADAZ ALLAH PADA BADAN KUCING DI TANGERANG JABAR
a
19. DAHAN POHON BERCABANG KATA “ALLAH”
picture26.png
a
20. DITEMUKAN RANTING-RANTING LIAR MEMBENTUK KATA “ALLAH”
A
21. KATA “ALLAH” JELAS TERTULIS PADA BUNGA LILY
A
22.TULISAN “ALLAH” DAN “MUHAMMAD” DITEMUKAN PADA PERMUKAAN KULIT TELUR
picture24.png
a
Saya masih punya banyak gambar lagi, tapi untuk membuktikan kebenaran Allah, ini sudah lebih dari cukup.
SEMOGA KITA TERGUGAH AKAN KEBESARAN ALLAH DAN KEBENARAN YANG DITUNJUKKANNYA INI SEMUA. MASIH ADAKAH RUANG KERAGUAN TERHADAP KEBENARAN ISLAM?? ALLAH SUDAH MENUNJUKKAN BUKTI-BUKTINYA YANG SANGAT JELAS INI!!
“Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan di apa yang ada di bumi dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al-Hasyr: 1). Terlalu jelas… terlalu nyata!!

DOSA MENINGGALKAN SHOLAT & DOSA ORANG YANG BERSETUBUH DENGAN IBUNYA DI DALAM KA'BAH


 Inilah Besarnya Dosa Orang yang Meninggalkan Shalat

a
Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa IA berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya.
Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping Dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus …kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”. Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala IA berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.” “Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa as terkejut. “Saya takut mengatakannya.” jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa. Maka perempuan itu pun terpatah bercerita, “Saya ……telah berzina.” Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.
Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun……lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya……. Cekik lehernya sampai……tewas”, ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi musa berapi-api matanya.
Dengan muka berang IA menghardik,” Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!”…teriak Nabi Musa sambil memalingkan Mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit Dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan IA tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?” Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina Dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.
“Betulkah Ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?” “Ada!” jawab Jibril dengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran. “Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja Dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina. Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja Dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib Dan tidak perlu atas dirinya.
Berarti IA seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur Dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat Dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya Dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.
———————————————————————–
Dikutip dari buku 30 kisah teladan – KH . Abdurrahman Arroisy
Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an, membunuh 70 nabi Dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah.

Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian IA mengqadanya, maka IA akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub 80 tahun.
Satu tahun terdiri dari 360 Hari,
sedangkan satu Hari di akherat = 1000 tahun di dunia.

Demikianlah kisah Nabi Musa Dan wanita pezina Dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi Kita Dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah. 

KONSEKWENSI IMAN KEPADA AL QUR'AN


I.                   DEFINISI AL-QUR’AN
Al-Qur’an adalah kalamullah, merupakan mukjizat yang diturunkan ke hati Nabi Muhammad saw., diriwayatkan kepada kita secara mutawatir, dan membacanya merupakan ibadah.
Lebih lanjut akan diuraikan maksud dari definisi tersebut di atas.
-          Al-Qur’an adalah kalamullah
Hal ini memberikan pengertian bahwa Al-Qur’an bukan merupakan ucapan maupun gubahan Nabi Muhammad saw., malaikat, maupun manusia atau makhluk yang lain. Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan melalui wahyu.Keberadaannya sebagai wahyu memberikan jaminan kesempurnaan dan kebebasannya dari kekurangan sebagaimana yang ada pada semua kitab selainnya. Kebenaran yang ada di dalamnya adalah mutlak.

-          Mukjizat
Mukjizat adalah hal luar biasa yang diberikan kepada para nabi sebagai bukti kenabiannya. Al-Qur’an merupakan mukjizat Nabi Muhammad saw. yang terbesar dan abadi. Kemukjizatannya dapat dilihat dari keorisinalannya. Belasan abad sudah kitab itu tidak berubah hatta satu huruf pun, demikian hingga hari akhir. Allah telah menjamin untuk menjaganya sehingga tidak akan pernah mengalami perubahan. Kemukjizatan lain dapat dilihat dari kesempurnaan bahasa dan kandungannya.

-          Diturunkan ke dalam hati Muhammad saw.
Keberadaannya sebagai wahyu yang diturunkan ke hati memberikan pengertian bahwa ia bukan sekedar dibaca atau dihafal dengan lisan. Al-Qur’an akan efektif memberi manfaat kalau interaksi dengannya merupakan interaksi qalbiyah(hati). Interaksi inilah yang akan menggerakkan hingga menciptakan perubahan. Hubungan lisan akan menghasilkan perubahan lisan, pun demikian bila hubungan hati. Hati yang berubah akan mampu menggerakkan seluruh sendi kehidupan.

-          Diriwayatkan secara mutawatir
Informasi agama dalam Islam harus melalui periwayatan yang dapat dipertanggungjawabkan validitas dan reliabilitasnya. Mutawatir adalah riwayat yang disampaikan oleh tiga orang atau lebih yang memiliki kualifikasi terbaik sebagai orang-orang yang adil (kredibilitas moral), sempurna hafalannya (kapabilitas), dan tidak mungkin sepakat berbohong. Seluruh ayat-ayat Al-Qur’an sampai kepada kita dengan derajat periwayatan yang demikian.

-          Membacanya merupakan ibadah
Karena ia adalah kalamullah, maka membacanya merupakan ibadah. Membacanya merupakan indikasi keimanan seseorang. Semakin besar iman seseorang semakin intens membacanya, semakin intens membacanya semakin meningkat imannya. Pahala besar akan diberikan Allah pada mukmin yang membacanya. Satu huruf dibalas dengan sepuluh pahala. Alif laam miim bukan satu huruf, tapi tiga huruf.. Subkanallah…

II.                KEDUDUKAN AL-QUR’AN
Kedudukan Al-Qur’an, antara lain sebagai:
-          Kitab berita dan kabar tentang berbagai hal yang telah, sedang dan akan terjadi, baik yang terjangkau oleh indera manusia maupun yang masih ghaib.
-          Kitab hukum dan syariat karena memuat hukum dan perundang-undangan yang harus dipatuhi dan diterapkan dalam kehidupan.
-          Kitab jihad karena ia menggelorakan semangat jihad dan menjadi panduan para mujahidin.
-          Kitab tarbiyah karena ia mendidik orang-orang yang beriman. Mereka membaca, memahami, dan mengamalkannya agar menjadi mukrim yang baik.
-          Pedoman hidup karena orang-orang yang beriman menjadikannya sebagai panduan dalam hidup mereka.
-          Kitab ilmu pengetahuan karena ia memuat berbagai pengetahuan, mendorong, danmemberi dasar-dasar yang kokoh bagi pengembangan berbagai cabang ilmu pengetahuan.

III.             KONSEKUENSI I MAN KEPADA AL-QUR’AN
Iman kepada Al-Qur’an menuntut beberapa hal yang harus dipenuhi oleh orang yang telah menyatakan beriman kepadanya. Keimanan itu tidak sempurna bahkan patut dipertanyakan kebenarannya apabila ia belum memenuhinya. Di antara konsekuensi-konsekuensi itu adalah:
  1. 1.      Akrab dengan Al-Qur’an
Seseorang dikatakan akrab dengan Al-Qur’an apabila ia melakukan interaksi yang intens dengannya. Hal itu dilakukan dengan cara mempelajari dan mengajarkan kepada orang lain. “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya!” (HR Bukhari).
Yang ia pelajari dan ajarkan itu meliputi
-          Bacaannya
Membaca Al-Qur’an dengan baik sesuai dengan makhraj-tajwidnya merupakan indikasi keimanan seseorang. Untuk itu seorang mukmin harus mempelajari dan mengajarkannya kepada orang lain dengan baik.
-          Pemahamannya
Hal ini dilakukan dengan mempelajari dan mengajarkan maknanya secara baik, karena sebagian ayat-ayatnya harus dipahami secara kontekstual. Pemahaman kontekstual harus didasarkan pada apa yang dipahami para salafushalih melalui riwayat-riwayat yang sahih. Pemahaman kontekstual dapat juga dengan penalaran akai, asal tidak menyimpang dari riwayaj karena Nabi saw. dan para shahabat tentu lebih memahaminya. Merekalah yang mengalami masa turunnya wahyu itu.
-          Penerapannya
Apa yang telah dipahami hendaknya diterapkan dalam kehidupan. Di samping itu, ia mempelopori penerapannya dalam kehidupan dan mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama.
-          Penghafalan dan penjagaannya
Ia menghafalkan Al-Qur’an dan mengajarkan hafalan Al-Qur’an kepada orang lain. Di samping itu ia senantiasa menjaga hafalannya supaya tidak rusak, mengalami perubahan atau hilang.

  1. 2.      Mendidik diri dengannya
Al-Qur’an memuat nilai-nilai dan ajaran yang ideal, sementara manusia dan kehidupan di sekitarnya terkadang jauh dari nilai-nilai Al-Qur’an. Dalam kondisi ini, ia berusaha untuk mendidik diri supaya sifat-sifat dan karakternya sesuai dengan Al-Qur’an. Bila berhasil, ia akan menjadi seorang yang berkepribadian khas karena Al-Qur’an sebagai shibghah mewarnai seluruh dirinya secara utuh.

  1. 3.      Tunduk menerima hukum-hukumnya
Al-Qur’an sebagai hukum dan perundang-undangan tidak cukup dibaca dan dikaji. Al-Qur’an harus dipatuhi dengan segala ketundukan dan lapang dada karena hukum-hukum yang ada di dalamnya dibuat oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Penolakan dan pembangkangan terhadap Al-Qur’an merupakan kebodohan yang hanya akan menyebabkan kerusakan dan kehancuran.

  1. 4.      Mengajak (menyeru) orang kepadanya
Karena ia yakin bahwa Al-Qur’an adalah kebenaran hakiki yang menenteramkan maka ia pun mengajak orang lain kepadanya dengan cinta dan penuh tanggung jawab. Di samping itu, karena sebagian nilai dan hukum-hukumnya hanya dapat ditegakkan bersama dengan orang lain dalam wadah jamaatul muslimin yang solid.

  1. 5.      Menegakkannya di bumi
Nilai dan hukum-hukum yang menyangkut kehidupan pribadi ditegakkan dalam dirinya sebagai individu. Dalam konteks kehidupan sosial politik ia tegakkan bersama dengan kaum mukminin lainnya dalam wadah jamaah yang solid, tentunya dalam institusi sosial politik dan kenegaraan.

IV.             BAHAYA MELUPAKAN AL-QUR’AN
Manfaat Al-Qur’an bagi umat manusia sangat besar. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa Al-Qur’an telah ditinggalkan bahkan oleh kaum muslimin sendiri. Akibatnya, umat manusia menghadapi berbagai problema yang tiada habis-habisnya. Dahulu yang melupakan dan meninggalkan Al-Qur’an adalah orang-orang munafik dan ahli kitab, namun kini kaum muslimin termasuk di dalamnya. Melupakan Al-Qur’an sama dengan menjauhkan diri dari fungsi dan manfaatnya, bahkan tidak meghormati kedudukannya. Akibatnya, akan mendatangkan berbagai bahaya yang disebut dalam Al-Qur’an sendiri, di antaranya:

  1. 1.      Kesesatan yang nyata
Hukum yang ada dalam Al-Qur’an adalah petunjuk yang mencerahkan. Siapa yang tidak menggunakan Al-Qur’an sebagai petunjuk berarti menggunakan selainnya. Padahal petunjuk yang sebenarnya adalah petunjuk Allah.

  1. 2.      Kesempitan dan kesesakan
Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petunjuk, Ia swt. melapangkan dadanya. Sebaliknya, yang tidak mendapat petunjuk, dadanya akan terasa sempit menghimpit seakan naik ke ketinggian langit.

  1. 3.      Kehidupan yang sempit
Siapa yang tidak mengikuti petunjuk Allah, maka kehidupannya pasti penuh permasalahan. Mengikuti petunjuk buatan manusia sama saja dengan menjerumuskan diri dalam kepentingan berbagai pihak sehingga akan terombang-ambing di antara kepentingan-kepentingan itu.

  1. 4.      Kebutaan mata hati
Mereka tidak dapat melihat kebenaran Al-Qur’an bukan karena mata mereka buta. Kebutaan yang lebih parah adalah apabila mengenai hati. Orang yang mengalami kebutaan secara lahir mungkin saja mendapatkan kehidupan yang baik selama hatinya tidak buta.

  1. 5.      Kekerasan hati
Di antara mukjizat Al-Qur’an adalah kekuatannya meluluhkan hati sehingga orang yang kasar dan kaku pun menjadi lembut karenanya. Contoh yang sangat ekstrim adalah Umar bin Khattab ra. Saat amarah, kebencian, dan permusuhannya berkobar-kobar justru beliau tersentuh oleh Al-Qur’an yang sedang dibacakan. Tidak tersentuhnya hati oleh Al-Qur’an adalah akibat sekat yang menjadikannya keras. Padahal bila sudah mengeras, hati lebih keras dibanding batu.

  1. 6.      Kezhaliman dan kehinaan
Meninggalkan hal yang bermanfaat dan menggantinya dengan kesesatan merupakan tindak kezhaliman terhadap diri dan orang lain. Kezhaliman semacam ini akan menyebabkan hilangnya kehormatan sehingga orang akan hina di mata Allah dan di mata manusia.

  1. 7.      Menjadi teman setan
Setan akan sangat senang apabila manusia meninggalkan kitab suci Tuhannya. Mengapa? Karena mereka akan menjadi teman yang loyal kepadanya.

  1. 8.      Lupa diri
Akibat melupakan Allah, ia dilupakan Allah, padahal kepentingannya sangat tergantung kepada-Nya. Melupakan Al-Qur’an sama dengan melupakan diri sendiri. Hal ini akan menimbulnya bahaya yaitu kefasikan dan kemunafikan. Semua itu mengakibatkan kesengsaraan di dunia maupun di akhirat.

V.                SYARAT MENDAPAT MANFAAT AL-QUR’AN
Imam Ibnu Qayyim ra. dalam Al-Fawaid mengatakan bahwa kita akan mendapat manfaat dari Al-Qur’an apabila terpenuhi hal-hal sebagai berikut: pemberi pengaruh (Al-Qur’an itu sendiri), tempat yang menerimanya (hati yang hidup), dan tiada hal yang menghalangi.
Syarat-syarat itu secara rinci dapat dijabarkan sebagai berikut:
  1. 1.      Bersikap sopan terhadap Al-Qur’an.
Hal ini dapat diwujudkan dengan niat yang baik; kebersihan hati dari penyakit-penyakit hati; mengosongkan hati dari hal-hal yang menyibukkannya; kesucian jasmani dari najis; dan mengkhususkan pikiran bersama Al-Qur’an.
  1. 2.      Talaqqi dengan sebaik-baiknya.
Hal ini dilakukan dengan hati yang khusyuk; ta’zhim (pengagungan); dan semangat untuk melaksanakan apa yang diperintahkannya.

  1. 3.      Memperhatikan tujuan asasi diturunkannya Al-Qur’an.
Yaitu sebagai petunjuk menuju ridha Allah; untuk membentuk kepribadian yang Islami; memandu umat manusia; dan membentuk masyarakat Islami.

  1. 4.      Mengikuti cara interaksi para shahabat ra. dengan Al-Qur’an.
Merekalah generasi terbaik. Mereka mencapai predikat itu karena interaksinya yang sangat baik bersama Al-Qur’an. Cara mereka dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an itu adalah:
-          Pandangan yang menyeluruh
Maksudnya bahwa mereka tidak memahami ayat-ayat secara terpisah karena ayat satu dengan yang lain saling terkait. Pandangan yang parsial terhadap Al-Qur’an akan memunculkan anggapan bahwa ada kontradiksi di antara ayat-ayatnya. Ini menyebabkan orang mengimani sebagian ayat dan mengkafiri sebagian yang lain. Padahal, mengimani sebagian ayat dan mengkafiri sebagian lainnya merupakan kekafiran yang sebenarnya. Rasulullah saw. bahkan melarang kita mempertentangkan satu ayat dengan ayat yang lain.
-          Memasuki Al-Qur’an tanpa membawa persepsi, pemahaman, dan keyakinan-keyakinan masa lalu.
Sikap ini demikian dilakukan agar apa yang akan dipahaminya dari Al-Qur’an tidak dibatasi oleh pemahaman dan persepsi-persepsi lamanya.
-          Kepercayaan mutlak kepada Al-Qur’an.
Apa yang dikatakan Al-Qur’an sebagai haram, mereka mengatakannya sebagai haram. Sebaliknya, apa yang Al-Qur’an katakan sebagai halal mereka mengatakannya sebagai halal. Bahkan mereka pun percaya sepenuhnya pada hal-hal yang kadang belum mereka ketahui atau bertentangan dengan logika berpikir mereka. Logikalah yang harus menyesuaikan dengan Al-Qur’an, bukan Al-Qur’an yang dipaksakan untuk selaras dengan logika mereka.
-          Merasakan bahwa ayatnya (yang dibaca/didengar)ditujukan kepadanya
Imam Ahmad mengatakan bahwa siapa yang ingin berdialog dengan Allah hendaklah ia membaca Al-Qur’an. Sayyid Qutub mengatakan bahwa hendaklah ia merasakan seakan-akan wahyu itu sedang turun kepadanya secara langsung.

  1. 5.      Tiada penghalang.
Hal yang menghalangi terjadinya pengaruh Al-Qur’an secara efektif adalah kesibukan hati dengan urusan lain; ketidakpahamannya terhadap makna dan pesan-pesan yang terkandung di dalam ayat yang dibaca atau didengar; dan ketika ia berpaling kepada selain Al-Qur’an.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More